Tak semua yang kita hendak,mungkin kita akan kecapi.
Tiba masa,
Tiba saat,
Tiba suatu ketika,
Kita akan merasa sakitnya nikmat hidup ini.
Aku yang senantiasa menyembunyi luka.
Bukan kerna takut akan bayanganmu.
Tetapi,
Aku lebih suka berdiam dari menjadi tin kosong.
Belum apa-apa lagi sudah diura-urakan sepelosok alam.
Malu jika aku gagal menepati apa yang telah digembar-gempurkan.
Kerna tak semua yang berada disekeliling kita adalah sahabat.
Jika tidak makna Musuh Dalam Selimut itu takkan wujud.
Bebaskan aku.
Bebaskan jiwa.
Bebaskan puitis sukma
Aku lebih suka bebas. bebas dari jajahan minda yang telah engkau berikan.